Minggu, 25 Maret 2012

Kakakku Sahabaku


Kakakku Sahabaku

Suara ayam terdengar berkokok.waktu  menunjukkan pukul  5 pagi. Terdengar suara adzan subuh. Di sebuah rumah yang cukup sederhana terlihat Ani baru bangun tidur.Ani yang tinggal bersama adiknya karena orangtuanya meninggal 3 bulan yang lalu harus membiasakn hidup mandiri bersama adiknya Lala. Ani beranjak dari tempat tidurnya kemudian berjalan kekamar adiknya Lala.
Ani         : “Lala.. Bangun La, Ayo kita solat,” ajak Ani sambil menggerak – gerakkan badan Lala.
Lala        : “Ah kakak, masih jam berapa ini? Lala masih ngantuk kak,”jawab Lala lirih. Sambil menarik selimutnya, menutupi badanya.
Ani:        : “Jam 5 La, ayo bangun….”menarik selimut Lala.
Lala        :“Masih gelap kak, nanti ya,, 15 menit lagi, ”rayu Lala.
Ani         : “Ini udah siang Lala, Ayam aja sudah bangaun. Masa kamu kalah sama ayam, ayo bangun kita solat bersama,” ucap Ani sambil menarik tangan Lala supaya bangun dari tempat tidurnya.
Lala        : “Ah kakak, Iya ini lala bangun,” duduk diatas tempat tidur, matanya masih terpejam.
Ani         : “Ayo berdiri,,” menggandeng tangan adiknya.
Lala        : “iya…..” Berdiri, berjalan agak sempoyongan mengikuti kakaknya.
Mereka menuju ke Kamar mandi kemudian sholat bersama.Setelah solat Lala mandi sedang Ani menunggu antrian mandi sambil membaca buku.Setelah mandi mereka pergi kesekolah bersama.
Lala        :” Kak, lala ke kelas dulu ya… “ menjabat tangan kakaknya
Ani         : “Iya, belajar yang baik “ bersalaman dengan Lala .
Lily         :” Lalaaaaaa,.,” teriak Lily, berlari menuju Ani.
Ani         : “Ada apa Li?” Sedikit kaget dengan teriakan temanya itu.
Lily         :” Lama sekali kamu berangkat. Aku pinjam bukumu An..”Menepuk bahu Ani
Ani         :”sekarang jam 6.45 . belum waktunya masuk kan? Pinjam buku apa?”Melihat jam tanganya.
Lily         :Aduh, Ani… pnjam buku matematika dong,” memegang kepalanya “Kan ada PR, jangan bilang kamu belum mengerjakan,”
Ani         : “O, itu… aku sudah selesai mengerjakanya. Sebentar aku ambilkan” Mengambil buku dari tas kemudian memberikanya pada Lily.
Lily         :” Makasih Ani aku pinjam dulu ya……” Langsung mengambil buku Ani dan Lari ke kelas.
Ani         : “ iya…”sambil tersenyum melihat Lily yang teburu buru pergi.
               Ani berjalan menuju kelasnya. Langkahnya terhenti di depan kelas adinya. Ia melihat adiknya sedang mengerjakan sesuatu. Sejenak mengamati adiknya .  kemudian terdengar bel berbunyi.tak sempat mendekati adiknya Ani langsung menuju ke Kelas.
Guru      :” Selamat pagi anak – anak,..” Sapa guru sambil tersenyum.
Siswa     : ” Pagi Bu guru….” Jawab siswa serentak
Guru      : ”Wah,.. pagi ini kalian semangat sekali ya.. Apa sudah dikerjakan PRnya?
Siswa     :”Sudah Bu..” siswa serentak menjawab.
Guru : “ Bagus… kalia memang anak ibu yang rajin. Ayo keluarkan PRnya. Kita koreksi bersama.
Pagi itu Ani belajar dengan tenang tidak sama dengan  adiknya yang  sedang dihukum gurunya karena tidak mengerjakan PR. Di sela – sela stirahat Ani datang ke Kelas adiknya. Namun tidak melihat adiknya,
Ani         : “Desi, Lala mana?apa kamu melihatnya?” Tanya Ani kepada teman Lala itu.
Desi       :” Mmm, kemana ya..? Tadi waktu bel istirahat berbunyi Lala langsung keluar kelas kak.”jawab Desi
Ani         :” Loh, kemana? Apa tadi dia masuk kelas?”
Desi       :” tidak tahu kak, iya tadi desi masuk tapi….” Ragu menjawab.
Ani         : “Tapi kenapa?” Ani penasaran
Desi       :” Tadi Lala dihukum Pak Guru,” ucap Desi.
Ani         : “ Dihukum? Dihukum kenapa?” Tanya Ani, sedikit khawatir
Desi       :”Dihukum berdiri di depan kelas Kak, karena Lala tidak mengerjakan PR.” Ungkap Desi
Ani         : “biasanya Lala kan selalu mengerjakan PR”
Desi       : “Dari kemarin Lala tidak pernah mengerjakan PR kak. Dia selalu ngantuk di kelas”
Ani         : “Loh kok begitu?”Tanya ani agak kaget.
Desi       :” Tidak tahu kak, sekarang Ani juga jarang berain bersama.”
Ani         : “Ya sudah kalo begitu nanti kakak cari tahu sendiri, terimakasih ya…”mengelus rambut Desi.
Pukul 12. Jam sekolah sudah habis, hari ini Ani tidak ada tambahan pelajaran, biyasanya dia ada jam tambahan untuk mempersiapkan ujianya. Ani langsung pulang kerumah dan mencari adiknya.
Ani         :” Lala….Dimana kamu?”   La.. kamu dimana? Mencari di setiap sudut rumahnya.
Ani tidak menemukan Lala. Ia menelepon  teman lala satu persatu dan menanyakan keberadaan Lala, tapi tak satupun temanya tahu.Ani menunggu Lala pulang di teras rumah. Pukul 15.45 Lala pulang.
Ani         : “La kamu dari mana?” berdiri dari tempat duduknya.
Lala        : “Loh kok kakak udah pulang? Bukanya hari ini ada jam tambahan?” Ani kaget melihat kakanya    sudah pulang.
Ani         :” Hari ini Kakak tidak ada jam tambahan, kamu darimana? Jam segini baru pulang”
Lala        : “Lala dari rumah teman kak.” Sambil menundukkan kepala.
Ani         : “ teman siapa? “semua temamu sudah kakak telepon dan tidak ada yang tahu keberadaanmu.” Memandang wajah Lala yang menunduk.
Lala        : “aaaaa….aa..a.a Lala… Lala tidak pergi kemana – mana kak” Lala langsung lari kedalam rumah dan masuk ke kamarnya, pintunya dikunci.
Ani         : “Lala………….. “ Jawab pertanyaan kakak!” Ani sedikit kesal.
2 hari Lala dan Ani saling diam.semuanya dilakukan sendiri- sendiri tak seperti hari- hari biasanya. Ani mendengar prestasi adiknya kian menurun. Ani meanyakan pada Lala apa yang terjadi tetapi Lala selalu diam. Akhirnya Ia mencoba menyelidiki sendiri. Ani mengikuti Lala sepulang sekolah. Ani terkejut melihat adiknya berjualan Koran dan mengantarkan susu. Ani menangis, mendekati adiknya.
Ani         :”Lala…” mendekati lala yang sedang berjualan koran.
Lala        : “Kakak, kenapa disini?”
Ani         :” Maafin kakak ya.. kamu kenapa  sampai jualan Koran sama ngantar susu? Apa uang saku kamu kurang?”
Lala        : “Tidak kak, ” menundukkan kepala.
Ani         :” Terus kenapa?” memegang tangan Lala
Lala        :”Maafin Lala kak, Lala tidak jujur, Lala hanya ingin membantu kakak, sebentar lagi kan kakak ujian, pasti perlu biaya banyak. Lala mencari uang untuk membantu Kakak.” menangis
Ani         :”Lala, kakak tahu kakak perlu banyak uang , tapi kamu tidak perlu harus bekerja seperti ini, masih ada uang pensiun ayah dan ibu, kakak juga masih diminta mengajari teman – teman kakak yang kesulitan belajar dan uang dari hasil mengajari teman itu selalu  kakak tabung, jadi kaka masih punya simpanan untuk biaya UN dan meneruskan sekolah” memegang kedua bahu dan menatap mata adiknya
Lala        :”Iya kak, maaf… Lala Cuma mau bantu kak”
Ani         : “Kalo mau bantu , Kamu sekolah saja yang baik, kerjakan PR, tingkatkan prestasimu, kalau ada apa – apa kamu cerita saja sama kakak. Kakak ini kakakmu sekaligus temanmu”ucap Ani
Lala        : Iya kak, Lala akan belajar dengan baik supaya kakak , Ayah, dan Ibu bangga dengan Lala”     tersenyum
Ani         :” Nah, begitu dong… itu baru adik kakak.” Lala dan Ani berpelukan

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...