Jumat, 23 Maret 2012

uji karbondioksida dalam udara pernapasan


Laporan uji karbondioksida dalam udara pernapasan

1.       Tujuan
             Mengetahui bahwa proses pernapasan mengeluarkan karbondioksida (CO2)
2. Alat dan bahan
a. 3 buah gelas                              d. Air
b. 2 buah sedotan                          e. Air kapur
c. Tisu
3. Langkah kerja
1. Siapkan dua buah gelas. Isi gelas pertama dengan air, gelas kedua dengan air kapur (kapur yang dilarutkan dengan air)
2. Saring air kapur dengan menggunakan tisu ke gelas yang lain, jangan aduk saat penyaringan, Saring beberapa kali hingga air kapur tersebut terlihat jernih.
3. Tiup air dan air kapur yang ada di gelas menggunakan sedotan dengan 10x hitungan secara bersamaan , ulangi berkali-kali hingga terlihat adanya perubahan.
4. Amati perubahan yang terjadi dan buat kesimpulanmu tentang percobaan ini.
4. Hasil pengamatan
Gelas yang berisi air setelah ditiup beberapa kali tidak terjadi perubahan sama sekali sedang gelas yang berisi air kapur jernih mengalami perubahan, air kapur jernih berubah menjadiu keruh.
5. Landasan Teori
Pada udara pernapasan ada udara yang masuk dan ada udara yang dikeluarkan. Susunan atau komposisi udara yang masuk dan udara yang dikeluarkan dalam pernapasan berbeda-beda. Perbedaan komposisi kandungan gas dalam udara terdiri atas nitrogen 79,01 %, oksigen 20,95 %, karbondioksida 0,04 % dan sisanya adalah gas-gas lain. Sedangkan komposisi gas yang keluar dari udara yang dipernapaskan terdiri dari nitrogen 79,6 %, oksigen 18,6 %, dan karbondioksida 4,0 %.
Manusia membutuhkan suplai oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.
Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas.

v   Jalannya Udara Pernapasan
a.. Udara masuk melalui lubang hidung
b.  Melewati nasofaring (saluran tenggorokan)
c.  Melewati oralfaring (saluran kerongkongan)
d.  Melewati epiglotis (katup diatas laring)
e.  Masuk ke trakea (tenggorokan)
e. Masuk ke percabangan trakea (bronchus)
f. Masuk ke percabangan bronchus (bronchiolus)
g. Udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)

Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.

Bernafas
Bernafas berkaitan dengan keluar masuknya udara melalui alat-alat pernapasan. Bernapas meliputi proses inspirasi (memasukkan udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara).
Untuk dapat terlaksananya proses inspirasi dan ekspirasi, kita perlu mengenal beberapa organ tubuh diluar alat pernapasan yang berkaitan dengan proses pernapasan, diantaranya:

1. Diafragma
Merupakan sekat rongga dada yang membatasi antara rongga dada dengan rongga perut. Rongga dada berisi paru-paru dan jantung, sedangkan rongga perut berisi lambung dan alat-alat pencernaan lainnya).

2. Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis)
Merupakan otot tempat melekatnya tulang rusuk. otot ini akan berkontraksi atau relasasi saat terjadi proses pernapasan.
permukaan bagian dalan rongga dada dan permukaan luar dari paru-paru dilapisi oleh membran pleura. membran pleura yang melapisi bagian dalam rongga dada disebut pleura parietal, sedangkan yang melapisi paru-paru disebut pleura visceral. Diantara kedua membran terdapat rongga pleura yang berisi cairan getah bening.

Mekanisme bernapas
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga untuk pernapasan perut.

Mekanisme pernapasan dada
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru
2. Fase ekspirasi pernapasan dada

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

Mekanisme pernapasan perut
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk
2. Fase ekspirasi pernapasan perut
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
3. Alat dan bahan
a. 3 buah gelas
b. 2 buah sedotan
c. Tisu
d. Air
e. Air kapur
4. Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan, lalu susunlah perangkat eksperimen
2. Saring air kapur dengan menggunakan tisu, jangan aduk saat penyaringan.
3. Isi gelas pertama dengan air sedangkan gelas kedua dengan air kapur
4. Tiup air dan air kapur yang ada di gelas menggunakan sedotan dengan 10x hitungan, ulangi berkali-kali hingga terlihat adanya perubahan.
5. Amati perubahan yang terjadi dan buat kesimpulanmu tentang percobaan ini.
5. Hasil pengamatan
Ternyata pada salah satu gelas yang berisi air kapur menjadi keruh, sedangkan yang satunya yang berisi air tidak ada perubahan.
6. Pembahasan
Air kapur jernih berubah menjadi keruh karena karbon diikat membentuk kalsium karbonat, sedangkan  air tetap jernih karena karbon dilepaskan.
Air       +          kapur                           Air kapur
H2O     +          CaO                             Ca(OH)2
Air Kapur        +          Karbondioksida                      Kalsium Karbonat +   Air      
Ca(OH)2                +          CO2                                         Ca(CO3)                  + H2O
7. Kesimpulan
Terjadinya perubahan air kapur jernih menjadi keruh membuktikan bahwa bernapas mengeluarkan gas CO2.




Kadar Ke-asambasa-an Pada Suatu Zat

1.       Tujuan                
Untuk mengetahui zat-zat yang bersifat basa.
2.       Landasan teori   
Setiap zat memiliki kadar pH yang berbeda-beda. Jika pH suatu zat kurang dari 7 (pH<7) maka zat tersebut termasuk ke dalam zat yang bersifat asam. Jika pH suatu zat lebih darri 7 (pH>7) maka zat tersebut termasuk ke dalam zat yang bersifat basa. Dan jika pH suatu zat sama dengan 7 (pH=7) maka zat tersebut bersifat netral (tidak asam dan tidak basa). Zat basa juga dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sifat licin dan rasanya yang pahit merupakan cara mudah untuk mengenali zat basa.
Beberapa contoh zat basa yang sering digunakan adalah: Natrium hidroksida / soda api / soda ash dan kalium hidroksida, sebagai bahan baku pembersih dalam rumah tangga, misalnya sabun mandi, sabun cuci, detergen, pemutih dan pembersih lantai  Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida, terkandung dalam obat nyeri lambung (antasid)  Amoniak, untuk pelarut desinfektan (pencegah terjadinya infeksi) dan bahan baku pupuk urea    
Sama seperti asam, basa juga dibedakan menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan suatu basa dapat ditentukan dari kemampuannya melepaskan ion hidroksida yang bermuatan negatif (ion OH-) ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak ion OH- yang dilepaskan, semakin kuat sifat basanya. Semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH-. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

3.       Alat dan Bahan  
  1.  Air kapur
  2. Kertas lakmus merah
  3. pH Indikator/ pH meter
4.       Langkah Kerja
a.      Siapkan alat dan bahan,
b.     Masukkan Ph Indikator dalam larutan air kapur
c.      Lihat perubahan yang terjadi.
5.       Hasil Pengamatan
Air kapur merubah lakmus merah menjadi biru
6.       Pembahasan       
Perubahan warna pada kertas lakmus setelah dicelupkan ke dalam air kapur dari merah menjadi biru menunjukkan tingkat pH pada zat kapur teersebut. Perubahan warna pada kertas lakmus merupakan cara untuk mengetahui tingkat keasam/basaan suatu zat secara kualitatif.
Sedangkan untuk mengetahui secara kuantitatif tingkat pH pada zat kapur tersebut kita dapat menggunakan pH meter. Indikator  universal atau pH meter dicelupkan pada air kapur, maka akan terjadi perubahan warna pada kertas indikator universal. Untuk mengetahui skala pH, maka kita cocokkan perubahan warnanya pada skala warna pH. Ternyata warna yang ditunjukkan itu mendekati skala kurang lebih 13.
                         
Ca(OH)2                                              Ca2+ + 2OH-
                       
Dari rumus kimia tersebut dapat dibuktikan bahwa air kapur atau Ca(OH)2 merupakan zat basa karena jika diuraikan mengandung ion OH-. Dari adanya ion OH- itulah suatu zat dikatakan bersifat basa.
7.       Kesimpulan
Ternyata air kapur merupakan zat yang bersifat basa karena pH-nya lebih dari 7, yakni 13.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...